Rabu, 27 November 2013

POTRET KEHIDUPAN ANAK JALANAN


POTRET KEHIDUPAN ANAK JALANAN

Anak jalanan merupakan anak yang usianya belum dewasa. Mereka merupakan anak yang sama seperti umumnya . Sebagian besar kegiatan mereka berada di jalanan guna untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Mulai dari jadi pengemis, pengamen, tukang sol sepatu, tukang semir sepatu, jual koran,dan lain-lain. Umumnya mereka dari keluarga yang ekonominya lemah.  Seperti yang saya lihat banyak anak jalanan yang mendapatkan kekerasan baik mental maupun fisik dari orang-orang yang berusaha memanfaatkan mereka. Akibatnya kekerasan, pemerkosaan, pencurian dan peraampokan tak heran di jumpai di tempat tempat anak jalanan. ada juga mereka yang mempunyai keinginan untuk belajar, tidak banyak dari mereka ada sebagian anak yang mempunyai kelompok belajar. Mereka belajar di tempat yang kumuh , di pinggir jalan raya, di kolong jembatan, dan tempat-tempat lainnya yang kurang layak di gunakan untuk tempat belajar.Ada juga bagi anak jalanan pendidikan merupakan sesuatu yang tidak penting. Bagi mereka mengamen atau mengemis lebih bermanfaat karena bisa mendapatkan uang yang banyak untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Masalah ini kurang mendapatkan sorotan dari pemerintah untuk memfasilitasi tempat yang layak digunakan untuk  aktifitas belajar.  Anak jalanan bukan berarti dia tidak mempunyai hak untuk belajar , mereka juga seperti anak-anak pada umumnya. Mereka butuh pendidikan yang memadai. Mereka butuh dorongan dan motivasi untuk membawa kehidupannya ke arah yang lebih maju.
Seperti yang di tuangkan dalam pasal 9 ayat (1)  UU 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak menyebutkan “Setiap anak berhak memperoleh pendidikan dan pengajaran dalam rangka pengembangan pribadinya dan tingkat kecerdasannya sesuai dengan minat dan bakatnya”. Pemenuhan pendidikan juga harus memperhatikan aspek fisik dan mental mereka. Karena usia mereka yaitu usia perkembangan . Kita tidak cukup memberi makan dan minum saja , atau melindungi mereka di sebuah rumah. Mereka juga membutuhkan kasih sayang. Tanpa kasih sayang , pendidikan tidak nyaman dan merasa kurang semangat .Hal inilah yang menjadi faktor pada anak jalanan untuk bersaing pada anak-anak yang lain.  Dorongan semangat dari keluarga juga di butuhkan pada si anak tersebut. Tetapi pada kenyataannya anak jalanan memiliki sedikit kesempatan karena kurangnya kemampuan dan pendidikan yang di terima oleh anak jalanan ini.
Untuk mensuseskan masalah anak jalanan ini , perlu adanya bantuan dari pemerintah dan masyarakat. Pemerintah melakukan pemberdayaan potensi pada anak jalanan seperti hobi menyanyi. Maain gitar, dan lain-lain. Selain itu dana masyarakat juga di butuhkan, Seperti zakat, infaq, dan shadaqah. Dana dari pemerintah dan masyarakat ini juga di gunakan untuk mengatasi masalah anak jalanan. Pengelolahan dana ini juga di butuhkan suatu organisasi dari masyarakat baik dari kalangan remaja atau mahasiswa, juga dari kalangan tua organisasi yang di bentuk di dalam masyarakat tersebut. Juga tidak kalah pentingnya adanya payung hukum atau perlindungan hukum untuk melindungi atau mengatasi masalaah-masalah pada anak jalanan yaitu untuk pemberdayaan agar memperoleh pendidikan yang layak.
Dengan adanya bantuan-bantuan dari masyarakat dan pemerintah , diharapkan dapat meminimalisir anak jalanan dan membawa kearah kehidupannya semakin maju , menjadi anak yang mempunyai potensi, kepribadian yang baik, dan berwawasan yang luas. Dan juga dapat menjadi solusi dari permasalahan anak jalanan karena mereka memiliki sisi kehidupan yang membawa manfaat bagi masyarakat.


Rabu, 13 November 2013

OTONOMI DAERAH


KEBIJAKAN PEMERINTAH DALAM MENYIKAPI PENDIDIKAN KEJAR PAKET
Otonomi daerah merupakan kewarganegaraan daerah otonom untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan . Dimana peran pemerintah sangat penting dalam mengatur kepemeritahannya.
Di negara indonesia mempunyai sistem pendidikan (non formal) kejar paket A, B, dan C. Sistem kejar paket ini di tujukan kepada masyarakat yang kurang beruntung, putus sekolah atau tamatan SD yang ingin punya ijazah SMP, tamatan SMP yang ingin ijazah SMA  dan seterusnya . sistem kejar paket ini  dilakukan mulai dari anak-anak hingga dewasa . Tak jarang ABRI , AKPOL juga pernah mengikuti sekolah kejar paket. Ada juga yang melakukan sistem kejar paket ini karena tidak lulus UN, serta warga yang ingin mendapatkan layanan khusus yang bertujuan untuk meingkatkan taraf hidup mereka, sebagai ilmu pengetahuan dan teknologi.
          Dengan adanya sistem pendidikan seperti ini , maka perlu adanya peningkatan mutu pendidikan yang dapat berupa pendidikan formal (sekolah) dan pendidikan non formal. Pendidikan non formal ini bersifat kemasyarakatan yang di lakukan di luar sekolah yang dapat memberikan perkembangan sosial contohnya yang sudah di terangkan di atas seperti sekolah kejar paket A, B , dan C.
Sistem kejar paket A yaitu program yang setara dengan sekolah SD/MI bagi siapapun yang terkendala ke pendidikan formal atau memilih Pendidikan Kesetaraan yang bertujuan untuk ketuntasan pendidikan SD/MI.
Sistem kejar paket B yaitu program yang setara dengan sekolah SMP/MTS bagi siapapun yang terkendala ke pendidikan formal atau memilih Pendidikan Kesetaraan yang bertujuan untuk ketuntasan pendidikan SMP/MTS.
Sistem kejar paket C yaitu sistem kejar paket yang di terapkan dalam sekolah SMA/MA bagi siapapun yang terkendala ke pendidikan formal atau memilih Pendidikan Kesetaraan yang bertujuan untuk ketuntasan pendidikan tingkat SMA/MA.
Dalam pelaksanaan pembelajaran program paket , kenyataannya hasil yang di peroleh belum mencapai hasil yang memuaskan. Karena sebagian dari program pembelajaran kejar paket B dalam pembelajaran cukup memprihatinkan . Apalagi program pembelajaran paket C , juga tidak berbeda jauh dan masih perlu adanya peningkatan dan pengelolahan dalam sistem ini. Beberapa kenyataan dalam proses pembelajaran kejar paket adalah sebagai berikut.
1.)             Tutor telah menyatakan siap dalam menjalankan tugasnya , namun sebagian besar ada yang tidak siap dalam mempersiapkan perangkat pembelajaran seperti RPP dan lain-lain. Perencanaan kegiatan belajar mengajar 4 kali dalam seminggu, tetapi peserta banyak yang tidak hadir di karenakan banyak alasan yang di uraikan . itu yang dapat menghambat proses kegiatan belajar mengajar
2.)             Peserta didik kejar paket kebanyakan usianya di atas usia anak sekolah . Hal ini di sebabkan karena himpitan ekonomi yang di alaminya , rata-rata orang tua dari mereka yaitu lulusan dari SD. Ini merupakan kurangnya sebuah motivasi dari tiap individu.
3.)             Kondisi sarana dan prasarana , yaitu media buku. Untuk buku paket jumlah untuk peserta didik kejar paket memadai , tetapi kualitas dari buku tersebut kurang layak di pakai. Dan alat tulis seperti papan , kapur, kursi dan meja sudah cukup layak karena biasanya pinjam kesekolah setempat. Dan untuk masalah administrasi seperti daftar hadir peserta didik, daftar hadir tutor, dan bahan belajar belum tertib dan belum rapi.
Untuk itu , sebainknya pemerintah sadar akan minimnya kualitas dari kejar paket. Dan sistem kejar paket ini perlu adanya perubahan dan pengelolahan secara baik , serta pemerintah memfasilitasi dalam program kejar paket agar dapat mempermudah proses kegiatan belajar mengajar dan  menjadi pendidkan yang bermutu .