Rabu, 13 November 2013

OTONOMI DAERAH


KEBIJAKAN PEMERINTAH DALAM MENYIKAPI PENDIDIKAN KEJAR PAKET
Otonomi daerah merupakan kewarganegaraan daerah otonom untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan . Dimana peran pemerintah sangat penting dalam mengatur kepemeritahannya.
Di negara indonesia mempunyai sistem pendidikan (non formal) kejar paket A, B, dan C. Sistem kejar paket ini di tujukan kepada masyarakat yang kurang beruntung, putus sekolah atau tamatan SD yang ingin punya ijazah SMP, tamatan SMP yang ingin ijazah SMA  dan seterusnya . sistem kejar paket ini  dilakukan mulai dari anak-anak hingga dewasa . Tak jarang ABRI , AKPOL juga pernah mengikuti sekolah kejar paket. Ada juga yang melakukan sistem kejar paket ini karena tidak lulus UN, serta warga yang ingin mendapatkan layanan khusus yang bertujuan untuk meingkatkan taraf hidup mereka, sebagai ilmu pengetahuan dan teknologi.
          Dengan adanya sistem pendidikan seperti ini , maka perlu adanya peningkatan mutu pendidikan yang dapat berupa pendidikan formal (sekolah) dan pendidikan non formal. Pendidikan non formal ini bersifat kemasyarakatan yang di lakukan di luar sekolah yang dapat memberikan perkembangan sosial contohnya yang sudah di terangkan di atas seperti sekolah kejar paket A, B , dan C.
Sistem kejar paket A yaitu program yang setara dengan sekolah SD/MI bagi siapapun yang terkendala ke pendidikan formal atau memilih Pendidikan Kesetaraan yang bertujuan untuk ketuntasan pendidikan SD/MI.
Sistem kejar paket B yaitu program yang setara dengan sekolah SMP/MTS bagi siapapun yang terkendala ke pendidikan formal atau memilih Pendidikan Kesetaraan yang bertujuan untuk ketuntasan pendidikan SMP/MTS.
Sistem kejar paket C yaitu sistem kejar paket yang di terapkan dalam sekolah SMA/MA bagi siapapun yang terkendala ke pendidikan formal atau memilih Pendidikan Kesetaraan yang bertujuan untuk ketuntasan pendidikan tingkat SMA/MA.
Dalam pelaksanaan pembelajaran program paket , kenyataannya hasil yang di peroleh belum mencapai hasil yang memuaskan. Karena sebagian dari program pembelajaran kejar paket B dalam pembelajaran cukup memprihatinkan . Apalagi program pembelajaran paket C , juga tidak berbeda jauh dan masih perlu adanya peningkatan dan pengelolahan dalam sistem ini. Beberapa kenyataan dalam proses pembelajaran kejar paket adalah sebagai berikut.
1.)             Tutor telah menyatakan siap dalam menjalankan tugasnya , namun sebagian besar ada yang tidak siap dalam mempersiapkan perangkat pembelajaran seperti RPP dan lain-lain. Perencanaan kegiatan belajar mengajar 4 kali dalam seminggu, tetapi peserta banyak yang tidak hadir di karenakan banyak alasan yang di uraikan . itu yang dapat menghambat proses kegiatan belajar mengajar
2.)             Peserta didik kejar paket kebanyakan usianya di atas usia anak sekolah . Hal ini di sebabkan karena himpitan ekonomi yang di alaminya , rata-rata orang tua dari mereka yaitu lulusan dari SD. Ini merupakan kurangnya sebuah motivasi dari tiap individu.
3.)             Kondisi sarana dan prasarana , yaitu media buku. Untuk buku paket jumlah untuk peserta didik kejar paket memadai , tetapi kualitas dari buku tersebut kurang layak di pakai. Dan alat tulis seperti papan , kapur, kursi dan meja sudah cukup layak karena biasanya pinjam kesekolah setempat. Dan untuk masalah administrasi seperti daftar hadir peserta didik, daftar hadir tutor, dan bahan belajar belum tertib dan belum rapi.
Untuk itu , sebainknya pemerintah sadar akan minimnya kualitas dari kejar paket. Dan sistem kejar paket ini perlu adanya perubahan dan pengelolahan secara baik , serta pemerintah memfasilitasi dalam program kejar paket agar dapat mempermudah proses kegiatan belajar mengajar dan  menjadi pendidkan yang bermutu .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar