POTRET KEHIDUPAN ANAK JALANAN
Anak jalanan merupakan anak yang usianya belum dewasa. Mereka
merupakan anak yang sama seperti umumnya . Sebagian besar kegiatan mereka
berada di jalanan guna untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Mulai dari jadi
pengemis, pengamen, tukang sol sepatu, tukang semir sepatu, jual koran,dan
lain-lain. Umumnya mereka dari keluarga yang ekonominya lemah. Seperti yang saya lihat banyak anak jalanan
yang mendapatkan kekerasan baik mental maupun fisik dari orang-orang yang
berusaha memanfaatkan mereka. Akibatnya kekerasan, pemerkosaan, pencurian dan
peraampokan tak heran di jumpai di tempat tempat anak jalanan. ada juga mereka
yang mempunyai keinginan untuk belajar, tidak banyak dari mereka ada sebagian
anak yang mempunyai kelompok belajar. Mereka belajar di tempat yang kumuh , di
pinggir jalan raya, di kolong jembatan, dan tempat-tempat lainnya yang kurang
layak di gunakan untuk tempat belajar.Ada juga bagi anak jalanan pendidikan
merupakan sesuatu yang tidak penting. Bagi mereka mengamen atau mengemis lebih
bermanfaat karena bisa mendapatkan uang yang banyak untuk memenuhi kebutuhan
hidupnya. Masalah ini kurang mendapatkan sorotan dari pemerintah untuk
memfasilitasi tempat yang layak digunakan untuk
aktifitas belajar. Anak jalanan
bukan berarti dia tidak mempunyai hak untuk belajar , mereka juga seperti
anak-anak pada umumnya. Mereka butuh pendidikan yang memadai. Mereka butuh
dorongan dan motivasi untuk membawa kehidupannya ke arah yang lebih maju.
Seperti yang di tuangkan dalam pasal 9 ayat (1) UU 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak
menyebutkan “Setiap anak berhak memperoleh pendidikan dan pengajaran dalam
rangka pengembangan pribadinya dan tingkat kecerdasannya sesuai dengan minat
dan bakatnya”. Pemenuhan pendidikan juga harus memperhatikan aspek fisik dan
mental mereka. Karena usia mereka yaitu usia perkembangan . Kita tidak cukup
memberi makan dan minum saja , atau melindungi mereka di sebuah rumah. Mereka
juga membutuhkan kasih sayang. Tanpa kasih sayang , pendidikan tidak nyaman dan
merasa kurang semangat .Hal inilah yang menjadi faktor pada anak jalanan untuk
bersaing pada anak-anak yang lain. Dorongan semangat dari keluarga juga di
butuhkan pada si anak tersebut. Tetapi pada kenyataannya anak jalanan memiliki
sedikit kesempatan karena kurangnya kemampuan dan pendidikan yang di terima
oleh anak jalanan ini.
Untuk mensuseskan masalah anak jalanan ini , perlu adanya
bantuan dari pemerintah dan masyarakat. Pemerintah melakukan pemberdayaan
potensi pada anak jalanan seperti hobi menyanyi. Maain gitar, dan lain-lain.
Selain itu dana masyarakat juga di butuhkan, Seperti zakat, infaq, dan
shadaqah. Dana dari pemerintah dan masyarakat ini juga di gunakan untuk
mengatasi masalah anak jalanan. Pengelolahan dana ini juga di butuhkan suatu
organisasi dari masyarakat baik dari kalangan remaja atau mahasiswa, juga dari
kalangan tua organisasi yang di bentuk di dalam masyarakat tersebut. Juga tidak
kalah pentingnya adanya payung hukum atau perlindungan hukum untuk melindungi
atau mengatasi masalaah-masalah pada anak jalanan yaitu untuk pemberdayaan agar
memperoleh pendidikan yang layak.
Dengan adanya bantuan-bantuan dari masyarakat dan pemerintah
, diharapkan dapat meminimalisir anak jalanan dan membawa kearah kehidupannya
semakin maju , menjadi anak yang mempunyai potensi, kepribadian yang baik, dan
berwawasan yang luas. Dan juga dapat menjadi solusi dari permasalahan anak
jalanan karena mereka memiliki sisi kehidupan yang membawa manfaat bagi
masyarakat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar