Sabtu, 14 Desember 2013

CIVIL SOCIETY


 EKSISTENSI TUMBUH DALAM SEBUAH ORGANISASI

Organisasi merupakan susunan dan aturan dari sekelompok golongan atau kelompok yang mempunyai tujuan sama sehingga menjadi kesatuan yang teratur.
Waktu SMA dulu saya mengikuti sebuah organisasi yaitu OSIS , dimana ada struktur yang dimulai dari ketua, sekertaris 1, sekertaris 2, bendahara 1, bendahara 2, dan seksi-seksi.
Dulu waktu kelas 1, saya mulai tertarik dengan organisasi. Akhirnya saya mencalonkan diri untuk menjadi anggota. Untuk menjadi anggota Osis dilakukan seleksi. Yaitu tes tulis dan wawancara. Akhirnya aku gagal masuk dalam seleksi tersebut dikarenakan banyaknya yang mencalonkan diri untuk menjadi anggota osis.
Kemudian dalam semester 2 ada seleksi lagi untuk menjadi anggota osis. Saya mulai tidak begitu tertarik karena  mulai disibukkan dengan tugas-tugas. Tiba-tiba ada guru yang menghampiri saya dan mengajak ikut menjadi anggota osis. Saya pun kurang begitu percaya diri untuk diterima dalam seleksi tersebut. Dengan dorongan dan motivasi guru saya, sayapun mencoba untuk mengikutinya. Dan alhamdulillah saya diterima dalam seleksi tersebut.
Awal dari mengikuti Osis, saya merasa lelah karena jam pulang yang terlalu sore. Akupun mencoba menikmati hari-tersebut. Tiba-tiba di dalam diri saya mulai semangat dalam mengikuti organisasi. Semangat dan dorongan dari orang tua membuatku senang mengikuti organisasi tersebut. Selain itu juga, saya mempunyai banyaknya teman yang disitu bisa diajak sharing atau bertukar pikiran.
Pada waktu itu saya kebagiab sie seni dan budaya, susunan program kerja saya meliputi : pembuatan mading, majalah sekolah, pameran pendidikan. Penyusunan program kerja waktu itu di laksanakan di pacet-Mojokerto. Selain penyusunan prgram kerja, kita disana dilantik sebagaimana untuk menjadi osis yang mempunyai tanggung jawab.
 Dulu sebelum mengikuti organisasi, saya orangnya kurang cakap dalam berbicara, sulit untuk menangkap apa yang dibicarakan oleh sang moderator, apalagi dengan suara yang cepat. Tetapi dengan mengikuti organisasi ini saya lebih cepat menangkap apa yang di bicarakan oleh narasumber,dan disinipun aku berlatih untuk cakap dalam berbicara. Alhamdulillah sedikit demi sedikit ada peningkatan. Dengan mengikuti organisasi ini saya juga merasa lebih mengenal dan dikenal oleh guru dan karyawan di sekolahku.
Selain di sekolah, saya juga mengikuti organisasi di kampung, yaitu Remas. Nah , disini diberi amanah untuk menjadi bendahara 2 dari ketua dan pengurus masjid. Dalam organisasi remaja masjid ini juga banyak kegiatan. Yaitu acara Bulan Ramadhan meliputi : darus keliling, kajian kitab fiqih, dan takbir keliling. Acara 1 Muharram biasanya lomba cerdas cermat, adzan, mewarnai untuk tingkat SD, pildacil, dan masih banyak lomba yanag lainnya. Kegiatan tersebut disusun oleh panitia. Dan Alhamdulillah setiap tahunnya terlaksana.
Dengan mengikuti organisasi , menurut saya lebih menambah wawasan kita, memperoleh banyak teman, lebih dikenal oleh masyarakat, dan menumbuhkan rasa supportif dalam organisasi, menumbuhkan sikap rukun,  melatih komunikasi dengan orang lain. Nah, eksistensi ini timbul dari sebuah Organisasi.....

Senin, 09 Desember 2013

TENTANG AKU


SIAPAKAH AKU ?
Aku lahir dari keluarga yang sederhana. Punya kakak perempuan dan seorang adik perempuan pula, dan bisa disimpulkan saya anak yang keberapa. Ya benar sekali saya anak kedua dari tiga bersaudara.Perkenalkan namaku Novianis Sholikhah, status masih sebagai seorang Mahasiswa, hehee..
          Tahun 2013 ini cukup menegangkan dan membuatku agak kacau karena harus mencapai dua target sekaligus yakni pertama, lulus UN dengan nilai yang baik dan yang kedua lolos di perguruan tinggi yang aku inginkan. Usaha yang bisa aku lakukan adalah belajar yang lebih rajin dari biasanya dan mengikuti rutinan siswa kelas 3 SMA yakni BIMBEL untuk bisa sukses menghadapi UN. Berbulan-bulan kami di vorsir tenaga dan pikiran demi mencapai hasil yang maksimal, dan tidak mengecewakan pastinya. Tapi semua itu ku lewati dengan susah, senang, sedih, lelah dan sebagainya, karena aku yakin aku tidak sendiri semua teman-temanku juga merasakan apa yang aku rasakan.
Dan akhirnya masa-masa sulit SMA yang begitu menjengkelkan itu terlewati juga, Cuma gara-gara ujian nasional yang dibuat konsep 20 paket  yang hampir membuatku gila dan belajar keras untuk mencapai nilai sesuai target untuk bisa masuk ke Perguruan Tinggi yang ku inginkan. Dan alhamdulillah aku lulus dengan nilai yang cukup memuaskan dan mulai dibingungkan dengan pilihan kuliah disana sini, sempat galau dan bimbang tapi aku berusaha meyakinkan diri pada cita-cita ku dari awal yakni sebagai guru. Mengapa aku ingin menjadi seorang guru?? Karena bagiku guru adalah seseorang yang membimbing kita dari tidak bisa menjadi bisa, tanpa guru kita bukanlah apa-apa. Nah, karena itulah alasanku ingin sekali menjadi seorang guru.
          Dengan tekad dan keyakinan aku coba-coba daftar masuk perguruan tinggi melalui jalur SNMPTN, pilihan pertamaku adalah jurusan PGMI di Institut Agama Islam Negeri Sunan Ampel Suabaya (waktu itu) Sunan Ampel Surabaya dan Psikologi di Perguruan tinggi yang sama. Dan alhamdulillah aku lolos di jurusan pilihan pertamaku yaitu Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah. Menurutku jurusan itu sesuai dengan pilihanku karena dari dulu aku berkeinginan menjadi seorang guru.
          Kini aku menjadi Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya yang sekarang di rubah menjadi Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya. Disini aku bisa merasakan bagaimana menjadi seorang Mahasisa. Ada kelebihan dan kekurangannya. Kelebihannya adalah aku dapat menerima ilmu agama sebanyak-banyaknya, yang menjadi tidak tahu menjadi tidak tahu. Dengan kuliah di Universitas Islam Negeri Islam Sunan Ampel Surabaya aku juga berniatan untuk memperdalam ilmu agama. Mengapa ? Karena ilmu agama merupakan ilmu akhirat. Dengan berilmu agama dan menerapkan ilmu tersebut kedalam kehidupan sehari-hari dapat mengantarkan ke akhirat dan kelak di tempatkan oleh Allah ketempat yang paling indah. Puji syukur saya kuliah di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya. Semoga dengan menuntut ilmu di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya menjadikan ilmu yang bermanfaat untuk anak bangsa nantinya.. Amiin

Good Goverenance

MONEY POLITIC DI INDONESIA

Sekarang ini buming pemilihan calon legislatif atau DPR yang akan dilaksanakan pada bulan April mendatang. Dan masyarakat adalah salah satu peranan penting dalam pemilihan sebagai wujud demokrasi. Hal ini membuat para calon DPR melakukan berbagai cara untuk bisa masuk dalam kursi DPR. Salah satunya yaitu money politik kepada masyarakat agar mendukung dan memilihnya. Yang dimaksud money politik adalah penyuapan kepada masyarakat, yaitu dapat berupa uang, sembako, pakaian, kerudung (bagi perempuan), dan lain-lain. Maksudnya, pemberian tersebut ada maksud politik kepada rakyat dan cara pemberian tersebut secara sembunyi-sembunyi. Pemberian suapan tersebut biasanya sebelum pemilihan umum dilakukan. Masyarakat di kompori oleh pihak yang berwenang agar memilih dari calon DPR. Dan sistem itu biasanya dengan mendatangi rumah demi rumah masyarakat setempat.
Perilaku tersebut masih jauh dari sebutan good governance, karena wujud dari good governance adalah demokrasi, adil, transparan dan penegakan hukum (rule of law) Sebenarnya mereka melakukan itu hanya untuk dirinya semata tanpa memperhatikan bagaimana kondisi masyarakat yang memilihnya jika mereka menjadi DPR, para calon DPR hanya mengumbar janji-janji palsu dan secara langsung masyarakat sendiri juga merasakan akibatnya. Dalam permasalahan ini bukan hanya para calon DPR yang salah tetapi masyarakat juga ikut serta dalam melancarkan usaha money politik tersebut. Mungkin masyarakat dan calon DPR sendiri belum mengerti arti demokrasi sesungguhnya, jika ada pernyataan “Demokrasi: dari rakayat oleh rakyat dan untuk rakyat.” Itu hanyalah makna yang tidak ada artinya. Tak jarang banyak masalah-masalah yang timbul dalam pemilu, seperti : golput atau golongan putih. Banyaknya golongan putih disebabkan kurang terpercayanya masyarakat kepada calon DPR, panitia yang berbuat curang karena mendapat suapan dari sebagian anggota DPR, dan masih banyak masalah-masalah yang lainnya. Money politik ini sudah tidak heran lagi, bahkan sudah menjadi tradisi di setiap masyarakat dari DPR yang mencalonkan dirinya. Dimanakah negara yang adil dan jujur ? bagaimana nantinya kalau sudah tidak lagi adanya kejujuran di setiap elemen-elemen ? sangat miris melihat bangsa Indonesia saat ini.
Saran saya, diharapkan anggota calon DPR sebelum mereka mencalonkan diri sebagai anggota DPR lebih mengetahui bagaimana rencana kedepan mereka setelah duduk di kursi DPR untuk mensejahterakan rakyat, bukan malah bersikap apatis ketika mereka telah menjadi anggota DPR yang hanya mengobral janji tanpa bukti dan dapat menerapkan GOOD GOVERNANCE yang sebenarnya. Pelu kesadaran masyarakat untuk menjadikan negara Indonesia ini sebagai negara yang bersih, negara yang jujur, dan negara yang demokratis. Uang tak ada harganya dibandingkan dengan negara Indonesia yang bernilai tinggi. Dengan kesadaran dan pemahaman masyarakat akan pentingnya negara demokratis akan menciptakan bangsa indonesia yang lebih baik yang bersih dari korupsi, kolusi dan nepotisme serta rakyat yang memperoleh kemakmuran sesuai dengan cita-cita bangsa indonesia..........









           

Rabu, 27 November 2013

POTRET KEHIDUPAN ANAK JALANAN


POTRET KEHIDUPAN ANAK JALANAN

Anak jalanan merupakan anak yang usianya belum dewasa. Mereka merupakan anak yang sama seperti umumnya . Sebagian besar kegiatan mereka berada di jalanan guna untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Mulai dari jadi pengemis, pengamen, tukang sol sepatu, tukang semir sepatu, jual koran,dan lain-lain. Umumnya mereka dari keluarga yang ekonominya lemah.  Seperti yang saya lihat banyak anak jalanan yang mendapatkan kekerasan baik mental maupun fisik dari orang-orang yang berusaha memanfaatkan mereka. Akibatnya kekerasan, pemerkosaan, pencurian dan peraampokan tak heran di jumpai di tempat tempat anak jalanan. ada juga mereka yang mempunyai keinginan untuk belajar, tidak banyak dari mereka ada sebagian anak yang mempunyai kelompok belajar. Mereka belajar di tempat yang kumuh , di pinggir jalan raya, di kolong jembatan, dan tempat-tempat lainnya yang kurang layak di gunakan untuk tempat belajar.Ada juga bagi anak jalanan pendidikan merupakan sesuatu yang tidak penting. Bagi mereka mengamen atau mengemis lebih bermanfaat karena bisa mendapatkan uang yang banyak untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Masalah ini kurang mendapatkan sorotan dari pemerintah untuk memfasilitasi tempat yang layak digunakan untuk  aktifitas belajar.  Anak jalanan bukan berarti dia tidak mempunyai hak untuk belajar , mereka juga seperti anak-anak pada umumnya. Mereka butuh pendidikan yang memadai. Mereka butuh dorongan dan motivasi untuk membawa kehidupannya ke arah yang lebih maju.
Seperti yang di tuangkan dalam pasal 9 ayat (1)  UU 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak menyebutkan “Setiap anak berhak memperoleh pendidikan dan pengajaran dalam rangka pengembangan pribadinya dan tingkat kecerdasannya sesuai dengan minat dan bakatnya”. Pemenuhan pendidikan juga harus memperhatikan aspek fisik dan mental mereka. Karena usia mereka yaitu usia perkembangan . Kita tidak cukup memberi makan dan minum saja , atau melindungi mereka di sebuah rumah. Mereka juga membutuhkan kasih sayang. Tanpa kasih sayang , pendidikan tidak nyaman dan merasa kurang semangat .Hal inilah yang menjadi faktor pada anak jalanan untuk bersaing pada anak-anak yang lain.  Dorongan semangat dari keluarga juga di butuhkan pada si anak tersebut. Tetapi pada kenyataannya anak jalanan memiliki sedikit kesempatan karena kurangnya kemampuan dan pendidikan yang di terima oleh anak jalanan ini.
Untuk mensuseskan masalah anak jalanan ini , perlu adanya bantuan dari pemerintah dan masyarakat. Pemerintah melakukan pemberdayaan potensi pada anak jalanan seperti hobi menyanyi. Maain gitar, dan lain-lain. Selain itu dana masyarakat juga di butuhkan, Seperti zakat, infaq, dan shadaqah. Dana dari pemerintah dan masyarakat ini juga di gunakan untuk mengatasi masalah anak jalanan. Pengelolahan dana ini juga di butuhkan suatu organisasi dari masyarakat baik dari kalangan remaja atau mahasiswa, juga dari kalangan tua organisasi yang di bentuk di dalam masyarakat tersebut. Juga tidak kalah pentingnya adanya payung hukum atau perlindungan hukum untuk melindungi atau mengatasi masalaah-masalah pada anak jalanan yaitu untuk pemberdayaan agar memperoleh pendidikan yang layak.
Dengan adanya bantuan-bantuan dari masyarakat dan pemerintah , diharapkan dapat meminimalisir anak jalanan dan membawa kearah kehidupannya semakin maju , menjadi anak yang mempunyai potensi, kepribadian yang baik, dan berwawasan yang luas. Dan juga dapat menjadi solusi dari permasalahan anak jalanan karena mereka memiliki sisi kehidupan yang membawa manfaat bagi masyarakat.


Rabu, 13 November 2013

OTONOMI DAERAH


KEBIJAKAN PEMERINTAH DALAM MENYIKAPI PENDIDIKAN KEJAR PAKET
Otonomi daerah merupakan kewarganegaraan daerah otonom untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan . Dimana peran pemerintah sangat penting dalam mengatur kepemeritahannya.
Di negara indonesia mempunyai sistem pendidikan (non formal) kejar paket A, B, dan C. Sistem kejar paket ini di tujukan kepada masyarakat yang kurang beruntung, putus sekolah atau tamatan SD yang ingin punya ijazah SMP, tamatan SMP yang ingin ijazah SMA  dan seterusnya . sistem kejar paket ini  dilakukan mulai dari anak-anak hingga dewasa . Tak jarang ABRI , AKPOL juga pernah mengikuti sekolah kejar paket. Ada juga yang melakukan sistem kejar paket ini karena tidak lulus UN, serta warga yang ingin mendapatkan layanan khusus yang bertujuan untuk meingkatkan taraf hidup mereka, sebagai ilmu pengetahuan dan teknologi.
          Dengan adanya sistem pendidikan seperti ini , maka perlu adanya peningkatan mutu pendidikan yang dapat berupa pendidikan formal (sekolah) dan pendidikan non formal. Pendidikan non formal ini bersifat kemasyarakatan yang di lakukan di luar sekolah yang dapat memberikan perkembangan sosial contohnya yang sudah di terangkan di atas seperti sekolah kejar paket A, B , dan C.
Sistem kejar paket A yaitu program yang setara dengan sekolah SD/MI bagi siapapun yang terkendala ke pendidikan formal atau memilih Pendidikan Kesetaraan yang bertujuan untuk ketuntasan pendidikan SD/MI.
Sistem kejar paket B yaitu program yang setara dengan sekolah SMP/MTS bagi siapapun yang terkendala ke pendidikan formal atau memilih Pendidikan Kesetaraan yang bertujuan untuk ketuntasan pendidikan SMP/MTS.
Sistem kejar paket C yaitu sistem kejar paket yang di terapkan dalam sekolah SMA/MA bagi siapapun yang terkendala ke pendidikan formal atau memilih Pendidikan Kesetaraan yang bertujuan untuk ketuntasan pendidikan tingkat SMA/MA.
Dalam pelaksanaan pembelajaran program paket , kenyataannya hasil yang di peroleh belum mencapai hasil yang memuaskan. Karena sebagian dari program pembelajaran kejar paket B dalam pembelajaran cukup memprihatinkan . Apalagi program pembelajaran paket C , juga tidak berbeda jauh dan masih perlu adanya peningkatan dan pengelolahan dalam sistem ini. Beberapa kenyataan dalam proses pembelajaran kejar paket adalah sebagai berikut.
1.)             Tutor telah menyatakan siap dalam menjalankan tugasnya , namun sebagian besar ada yang tidak siap dalam mempersiapkan perangkat pembelajaran seperti RPP dan lain-lain. Perencanaan kegiatan belajar mengajar 4 kali dalam seminggu, tetapi peserta banyak yang tidak hadir di karenakan banyak alasan yang di uraikan . itu yang dapat menghambat proses kegiatan belajar mengajar
2.)             Peserta didik kejar paket kebanyakan usianya di atas usia anak sekolah . Hal ini di sebabkan karena himpitan ekonomi yang di alaminya , rata-rata orang tua dari mereka yaitu lulusan dari SD. Ini merupakan kurangnya sebuah motivasi dari tiap individu.
3.)             Kondisi sarana dan prasarana , yaitu media buku. Untuk buku paket jumlah untuk peserta didik kejar paket memadai , tetapi kualitas dari buku tersebut kurang layak di pakai. Dan alat tulis seperti papan , kapur, kursi dan meja sudah cukup layak karena biasanya pinjam kesekolah setempat. Dan untuk masalah administrasi seperti daftar hadir peserta didik, daftar hadir tutor, dan bahan belajar belum tertib dan belum rapi.
Untuk itu , sebainknya pemerintah sadar akan minimnya kualitas dari kejar paket. Dan sistem kejar paket ini perlu adanya perubahan dan pengelolahan secara baik , serta pemerintah memfasilitasi dalam program kejar paket agar dapat mempermudah proses kegiatan belajar mengajar dan  menjadi pendidkan yang bermutu .